%image_alt%

Let’s Love More & Judge Less – pic from CTworkingmoms.com

HP saya masih rusak. IC nya kena air katanya. SIGH! Saya bisa dicari di 08563520503 (Pinjam HP Suami). Anyways, saya baru baca posting-posting tentang kehidupan para ibu baru di dunia maya. Dan maraknya bully-an yang terjadi di antara ibu-ibu baru ini (atau dari dulu, sangking aja saya buka-buka forum parenting nya baru sekarang, hehe). Yang kerja diluar bully yang memutuskan tetap di rumah, yang di rumah bully yang kerja, yang ASI bully yang nggak ASI, yang nggak ASI bully yang ASI. Yang anaknya udah jalan bully yang anaknya belum jalan. Apa lagi?

Jadi ibu itu (ternyata) susah. Perlu support system yang kuat untuk membuat seorang ibu tetap berada di jalur yang nyaman dan sampai ke tujuan. Makanya ada ungkapan “It takes a village to raise a child”. Nah, siapa support system itu? Yang pertama pastinya suami dong ya, lalu siapa yang serumah (asisten, baby sitter, atau ada yang lain di rumah), lalu keluarga (orang tua, mertua, kakak adik, ipar, om tante, dkk), lalu teman-teman, lalu tetangga, lalu lingkungan secara keseluruhan, termasuk network di social media 😀 , lalu bisa jadi karyawan, rekan bisnis, rekan kerja, atasan. Semua yang secara langsung atau tidak langsung bersentuhan dengan hidup si ibu adalah support system bagi ibu tersebut.

Memang nggak mungkin dari sekian banyak orang semua akan dengan senang hati tulus ikhlas men-support seorang ibu sesuai seperti apa yang diharapkan. Jangan salah, mayoritas semua orang akan selalu berusaha menyupport, mayoritas akan bahagia atau at least gembira saat ada bayi baru di lingkungan mereka. Namun, mereka akan menyupport dengan cara mereka masing-masing, which is sometimes considered not supportive by the new mommy.

Terus, penyakit nih buat ibu-ibu baru macam kita. Berhubung berusaha memberikan yang terbaik ke anak, akhirnya kadang merasa kayak udah yang paling baik aja sedunia. Yang lain kalau nggak sependapat dengan caranya, berarti less than good. Ujung-ujungnya judging, terus bully-bully-an. Terus berantem di socmed. Ampun.

Sudah lah ya, Moms.. Kita menjalankan hidup masing-masing dengan pilihan masing-masing aja susahnya minta ampun, let alone being judged or judging others. Apa nggak lebih enak, kita, walaupun beda-beda pilihan dan cara menjadi ibu nya, menjadi support system yang baik bagi semua teman kita yang sedang sama-sama struggling dengan kehidupan baru sebagai ibu? Dengan begitu pandangan bukannnya jadi lebih luas? Jadinya yang Working At Home Mom, Stay At Home Mom, dan Working Mom bisa saling bantu dan tukar pikiran, instead of belum-belum sudah berprasangka praduga dan nge-judge dulu…

Enak lho,, bisa saling tahu problematika masing-masing dan kasi saran yang mungkin nggak akan terpikirkan karena perbedaan situasi yang dihadapi.

Belum lagi ibu-ibu baru yang system terdekatnya kurang bisa maksimal supportnya. It is their girlfriends they will turn their head to… Kalau seperti sekarang-sekarang ini kejadiannya sih, mau cari support belum-belum sudah takut di-judge, takut diceramahin alih-alih dikasih solusi.

Sekilas tadi saya baca di sebuah artikel berbahasa Inggris (tapi lupa sumbernya sangking banyak nya buka tab):

Tidak Ada Ibu Gagal, yang Ada Lingkungan yang Menggagalkan Ibu.

Stop the judging, stop the bullying, let’s start supporting!