after soflensHaiz.

Nggak segitunya juga sih đŸ˜‰ Tapi sangat berasa bedanya kalau pakai softlens yang nggak cocok di muka, sama yang memang pas di muka. Di muka ya, bukan di mata. Kalau di mata kan kadar airnya, rasanya kering nggak, ngganjel nggak. Kalau di muka, warnanya, diameternya cocok nggak sama bentuk wajah saya, sama warna kulit saya, dan sama warna lipstik favorit saya đŸ˜€

Soflens yang sebelum ini, warnanya abu-abu muda. Pengennya ala-ala arab atau bule gitu. Kalau nggak salah pakai merk Eyecom. Diameternya normal sepertinya. Saya pemakai softlens yang lama. Dari pagi sampai malam tanpa istirahat. Nah, softlens yang abu-abu muda ini gampang kering. Jadi sebentar banget mata sudah ngganjel rasanya. Belum lagi ternyata keinginan saya punya warna mata ala-ala arab failed miserably. Warnanya ternyata menurut saya agak bikin muka saya kusam dan kuyu. Nggak tahu warna atau diameternya sih yang kurang pas di muka saya. Yang jelas beberapa hari kemarin merasa kalau selfie atau foto-foto ada yang beda sama muka saya dibanding jaman dulu. “Apa make up nya ya? Perasaan alis saya sekarang lebih paripurna dari yang dulu.. tapi kok rasanya kurang heits ya..”, “Apa gigi saya bentuknya jadi aneh ya?”, “Apa muka saya ketirusan ya” #inyourdream, “Apa saya harus latihan senyum yang bagus lagi ya..” Dan begonya saya nggak mikir, ada FAKTOR UMUR yang menentukan. Hoi, itu foto 3 tahun lalu yang dibandingin :’) Akhirnya saya lebih sering pakai kacamata kuda saya yang setebal pantat botol.

Tapi setelah softlens baru datang, dan dicoba, TARAAAAA, ternyata sepertinya selama ini adalah faktor SOFTLENS!

Softlens yang baru ini merknya Geo Mimi. Kemaren pilih Geo karena dari dulu sering pakai Geo dan nggak ada keluhan signifikan. Minusnya pun sampai tinggi ada -saya minus 6 sama 5.5 kalau pakai softlens, kalau pakai kacamata lupa-. Warnanya coklat gelap, dan diameternya 15mm. Rasanya di mata lebih tahan lama, terus yang penting, diameter dan warnanya kali ini menurut saya lebih pas di muka :))

Ah… saya berasa ketemu jodoh.