Jadi yah, selama ini saya berantem sama diri sendiri.

Sudah kayak anak abegeh lagi, cari-cari jati diri lagi, berusaha membuktikan diri sendiri lagi setelah menikah dan punya anak. Membuktikan apa? Membuktikan bahwa saya masih punya power saya sebelum menikah. Membuktikan bahwa saya masih hebat, masih bisa berkarya, masih bisa berdiri sendiri, masih punya nama, masih hebat, masih eksis, masih diperhitungkan, masih berprestasi. Seperti dulu sebelum saya menikah.

Membuktikan ke siapa? Ke DIRI SAYA SENDIRI.

Karena di keadaan yang saya serba tergantung, saya merasa kehilangan diri sendiri. Selama ini pondasi hidup saya salah kayaknya, jadi begitu segala keduniawian glam glitz hits itu hilang saya berasa kecil. Apalagi saya tetiba jadi Stay-At-Home-Mom yang berusaha jadi Working-at-Home-Mom yang kemudian kepontal-pontal. Kenapa? Tanya saya. Teman-teman saya rata-rata baik-baik saja dengan menikah dan punya anak. Mereka bisa berkarya optimal. Kenapa saya tidak? Tanya saya. Ah, kondisi saya beda. Kondisi dan rule di keluarga saya beda kali kan..

So I fought with myself, kenapa gini kenapa gitu. Bukannya diterima-diterima aja gitu kan..

Nah, setelah a series of unfortunate events -ehm.. uda nonton itu filem nya Johny Depp jaman dulu kan? Bagus kan? Tapi nggak ada hubungannya sih sama saya, cuma minjam judulnya doang- mungkin saya lelah. Dan memutuskan sepertinya saya harus memulai perdamaian dengan diri saya sendiri.

Caranya? Rencananya sih saya mau take things slower. Saya pengen mencoba menikmati prosesnya. Mungkin memang jati diri saya sekarang adalah istri dan ibu. Role yang saya mainkan harus itu, suka nggak suka. Jadi mari kita menambah ilmu lain di bidang lain. Ah walaupun saya akuin saya masih nyesek kalau liat dunia lama saya. Masih pengen gitu.. Tapi mari saya memperkaya diri. Belajar hal yang belum pernah saya pelajari ataupun ingin pelajari. Ya kan?

Terus mari kita -kita stands for saya dan saya, those who fought- hidup untuk hari ini. Menikmati nikmat yang diberikan oleh Tuhan untuk kita hari ini. Mari tidak terlalu memusingkan besok dan mengangeni atau menyesali kemaren. Mari yuk belajar pelan-pelan….