Iya, saya baru baca. Telat banget bacanya. Tapi berhubung hari ini filmnya diputar di bioskop-bioskop, saya jadi teringat. Dulu, sepertinya tiga tahun lalu, kalau nggak salah awal-awal 2010 atau tengah, saya didapuk menjadi MC di sebuah acara Entrepreneur Award di salah satu TV lokal Malang, yang bahkan sudah saya ingat-ingat nama acara dan TV nya tapi tetap nggak ingat-ingat. Waktu itu acaranya semacam lomba entrepreneur kreatif yang pesertanya khusus orang Batu saja.

Waktu itu saya ingat ada bapak yang buat topi-topi kepala hewan, ada mbak penghasil rengginang, ada mi ayam atau pangsit mi yang biasanya nongkrong di dekat pemkot Batu. Para peserta ini disuruh presentasi mengenai usahanya ke tiga dewan juri, yang kemudian mengomentari atau nanya-nanya.

Nah, saya baru ingat, salah satu juri tersebut adalah Pak Iwan Setiawan ini, yang waktu itu saya perkenalkan pada pemirsa sebagai Direktur sebuah perusahan di AS yang sedang pulang ke Batu. Eh, ternyata saya baca di novelnya beliau sejak itu memang akhirnya pulang terus di Batu. Waktu itu, sehabis acara saya sempat promosi Kozzy Closet ke para juri, tapi terutama ke juri perempuan yang waktu itu seingat saya seorang entrepreneur kreatif juga. Seandainya waktu itu saya promonya heboh ke Pak Iwan, mungkin nggak Kozzy Closet masuk novel atau film 9 Summers 10 autumns? Macam Manolo Blahnik di Sex and The City gitu. Hehehehehe đŸ˜€